Hikmah Aqiqah Yang Penting Kita Semua Ketahui

seputar hewan aqiqah

Hikmah Aqiqah Yang Penting Kita Semua Ketahui

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Hikmah Aqiqah – Aqiqah adalah amalah sunnah Rasulullah yang pelaksanaannya biasanya pada hari ketujuh setelah kelahiran sang anak. Aqiqah memiliki ketentuan yang jelas dalam beberapa hadits Nabi SAW.. 

Hukum dari pelaksanaan aqiqah sendiri adalah Sunnah Muakkad berdasarkan pendapat ulama mazhab Syafi’i. Adapun dalil tentang aqiqah adalah sebagai berikut.

غن سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى 

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh,
digundul rambutnya dan diberi nama.”

Adapun salah satu hikmah yang terdapat pada pelaksaan aqiqah adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. karena telah mengaruniakan anak kepada orang tua tersebut. 

Selain itu, masih terdapat beberapa hikmah bagi orang tua maupun sang anak dalam pelaksanaan aqiqah. 

Melansir sebagian dari Kumparan.com, anjuran melaksanakan ibadah aqiqah mengandung beberapa hikmah yang penting, antara lain sebagai berikut:

Aqiqah Sebagai Tebusan Bagi Anak

Pelaksanaan aqiqah ini adalah sebagai tebusan bagi anak yang baru lahir yang statusnya tergadai. maka dari itu, terdapat pelaksanaan aqiqah yang salah satu tujuannya untuk menebus anak yang tergadai tersebut. Dengan menebus sang anak, maka niscaya Allah SWT. menerima syafaat kedua orang tuanya kelak pada hari akhir.

Baca Juga : Hukum Aqiqah Anak Lelaki dengan Seekor Kambing

Upaya Menghidupkan Sunnah Rasul

Seperti yang kita telah ketahui bahwasanya hukum pelaksanaan aqiqah adalah sunnah muakkad. Dengan melaksanakan aqiqah, maka kita telah menghidupkan sunnah dan teladan Rasulullah SAW. yang itu juga adalah salah satu bentuk ungkapan rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW. dan juga kepada Islam. 

Aqiqah merupakan salah satu Sunnah yang pernah Rasul contohkan saat mengaqiqahi kedua cucu-Nya. Maka dari itu, dengan melaksanakan aqiqah orang tua akan mendapatkan pahala yang besar dan sang anak pun akan mendapatkan keberkahan.

Baca Juga : Waktu Pelaksanaan Aqiqah Sesuai Sunnah

Hikmah Aqiqah Sebagai Wujud Rasa Syukur dan Taqarrub

Sebagaimana telah kami sebelumnya, bahwa salah satu hikmah pelaksanaan aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur untuk Allah SWT. Maksud dari rasa syukur tersebut adalah adalah rasa syukur terkait anugerah kelahiran seorang bayi di suatu keluarga. 

Aqiqah berperan sebagai sarana menampilkan rasa senang yang karena karunia Allah berupa generasi penerus bagi sang orang tua. Terlepas daripada itu, aqiqah juga dapat diartikan sebagai wujud taqarrub atau pendekatan diri pada Allah serta bukti ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya.

Baca Juga : Berikut Tips & Trik Melaksanakan Aqiqah

Hikmah Aqiqah Mempererat Persaudaraan

Pada acara pelaksanaan aqiqah kita akan mengundang banyak orang yang akan mempererat tali persaudaraan di antara mereka. Melalui pertemuan ini yang diharapkan akan mempererat tali persaudaraan antar tetangga. Atau jika tidak melaksanakan acara, setidaknya kita yang melaksanakan aqiqah dapat mempererat tali persaudaraan melalui sajian aqiqah untuk para tetangga.

Demikian beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan dari pelaksanaan aqiqah. Tentu saja semua ini akan memberikan manfaat kepada kita baik secara langsung maupun tidak. 

Jika kita mampu, maka laksanakanlah aqiqah sesegera mungkin untuk mematuhi perintah Allah SWT. melalui Rasul-Nya. Dan jika belum mampu, maka boleh untuk menunda untuk melaksanakan aqiqah. Ingin pesan aqiqah? Pesan di Medina Aqiqah.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Keutamaan Aqiqah Yang Dapat Diperoleh Anak dan Orang Tua

Jasa Aqiqah daerah purwokerto

Keutamaan Aqiqah Yang Dapat Diperoleh Orang Tua Dan Anak

Setiap ibadah yang Allah SWT. perintahkan pada dasarnya pasti memiliki keutamaan termasuk hal-nya aqiqah. Aqiqah merupakan ibadah yang caranya menyembelih kambing setelah 7 hari kelahiran bayi.

Hukum dari aqiqah itu sendiri adalah Sunnah Muakkad, yang berarti aqiqah merupakan sunnah yang memiliki tingkat anjuran tinggi. 

Ketentuan hewan baik jenis dan jumlahnya pun sudah jelas yaitu 2 ekor kambing atau domba untuk anak laki-laki dan seekor kambing atau domba untuk anak perempuan.

Keutamaan dan Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Selain sebagai bentuk rasa syukur, aqiqah juga memiliki nilai-nilai spiritual dan kemanfaatan bagi individu, keluarga, dan masyarakat secara luas. 

Artikel ini akan menguraikan keutamaan aqiqah dalam Islam, sehingga kita dapat lebih memahami signifikansinya.

Baca Juga : Ketentuan Aqiqah Sesuai Sunnah

Mendapatkan Pahala Sunnah

Melaksanakan Sunnah Rasul adalah salah satu bentuk ungkapan rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW. dan juga kepada Islam. 

Aqiqah merupakan salah satu Sunnah yang pernah Rasul contohkan saat mengaqiqahi kedua cucu-Nya. Maka dari itu, dengan melaksanakan aqiqah orang tua akan mendapatkan pahala yang besar dan sang anak pun akan mendapatkan keberkahan.

Menghilangkan Kotoran dan Penyakit

Aqiqah juga disertai dengan mencukur rambut dengan niat untuk menghilangkan kotoran dan penyakit. 

Niat baik ini sangat penting, berupa permohonan kepada Allah SWT agar anak dijauhkan dari penyakit berbahaya termasuk ‘kotoran’ yang bisa merusak hatinya.

Keutamaan Aqiqah Meningkatkan Ibadah Kepada Allah SWT

Pada acara tasyakuran aqiqah biasanya juga terdapat tausiyah, pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an, doa-doa, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini acara aqiqah dapat menjadi pengingat kita untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Baca Juga : Tata Cara Aqiqah Sesuai dengan Sunnah

Mendoakan Sang Bayi

Pada saat acara aqiqah biasanya terdapat sesi doa yang akan mendoakan kebaikan pada sang bayi dan juga keluarga. 

Hal ini juga merupakan keuntungan atau keutamanan karena didoakan juga merupakan nikmat yang tidak terhitung.

Meningkatkan Kepedulian Sosial di Masyarakat

Dengan membagikan aqiqah kepada masyarakat itu akan meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial sehingga dapat mempererat rasa persaudaraan apalagi untuk sesama muslim. 

Memberikan kepada yang membutuhkan juga mengajarkan kita akan pentingnya kepedulian sosial.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Tips Aqiqah Sederhana yang Penting Untuk Semua Ketahui!

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Tips Bijak Aqiqah Sederhana Yang Penting Untuk Semua Ketahui!

rumah aqiqah purwokerto

Ketika keluarga muslim menyambut kelahiran bayi, aqiqah seringkali menjadi momen baik itu secara mewah maupun sederhana.

Aqiqah adalah tradisi menyembelih kambing atau domba yang biasanya pada hari ke-7 setelah kelahiran sang bayi. Namun terkadang, banyak orang tua yang khawatir juga akan tidak bisa melaksanakan aqiqah karena akan menelan banyak biaya. 

Untuk itu, di sini kita akan membahas aqiqah yang sederhana yang tidak akan menguras biaya yang banyak, berikut adalah tips nya.

Pemilihan Hewan Aqiqah yang Sederhana

tips jumlah kambing hewan aqiqah

Salah satu elemen kunci dalam aqiqah adalah pemilihan hewan dalam hal aqiqah adalah kambing atau domba. 

Untuk menjalankan aqiqah yang sederhana, pilihlah hewan aqiqah yang terjangkau dan sesuai dengan anggaran. 

Perlu untuk diperhatikan juga terkait usia dan kondisi fisik hewan aqiqah yang kita ingin beli. Karena hal itu adalah salah satu syarat sah dalam melaksanakan aqiqah.

Baca Juga : Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Ajaran

Libatkan Tetangga atau Kerabat

Dalam pelaksanaan aqiqah, untuk juga menghemat biaya kita bisa meminta bantuan tetangga atau kerabat dalam setiap proses pelaksanaan aqiqah. 

Anda tidak bisa melaksanakan aqiqah tanpa bantuan orang lain, mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, hingga proses menghidangkan masakan. 

Akan tetapi jika anda tidak punya waktu untuk itu, anda juga bisa memesan di jasa aqiqah seperti Medina Aqiqah. Dengan pesan di Medina Aqiqah, anda tidak perlu repot cukup pesan lewat HP dan anda hanya tinggal menunggu paket aqiqah sampai.

Hidangan Yang Sederhana dan Lezat

layanan jasa paket aqiqah murah jakarta bogor depok tangerang bekasi

Jangan terlalu khawatir dengan hidangan mewah. Saat merencanakan hidangan untuk acara aqiqah, pilihlah menu yang sederhana tetapi lezat. 

Hidangan seperti nasi goreng, sate, atau hidangan lokal lainnya dapat menjadi pilihan yang ramah di lidah dan tidak memerlukan persiapan yang rumit. 

Memilih menu yang berbeda juga tidak ada salahnya, akan tetapi banyak yang dalam mengolahnya tidaklah mudah. 

Tidak perlu khawatir! Medina Aqiqah menyediakan beragam menu yang kekinian mulai dari masakan luar seperti Lamb Teriyaki, Lamb Blackpepper, hingga Nasi Briyani dan juga ada masakan lokal seperti Gulai dan Soto Betawi. 

Dekorasi Acara Aqiqah Sederhana​

Aqiqah Di Pasar Minggu

Jika ingin mengadakan acara, anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk dekorasi aqiqah. Gunakan kreativitas Anda untuk membuat dekorasi sederhana yang tetap meriah. 

Balon, hiasan meja dengan tema warna tertentu, atau papan tulis dengan ucapan selamat dapat menjadi pilihan dekorasi yang murah namun memberikan sentuhan keceriaan.

Baca Juga : Tips Membuat Aqiqah Berkesan

Dengan menerapkan tips aqiqah sederhana ini, Anda dapat merayakan kehadiran si kecil dengan cara yang bermakna tanpa perlu melebihi anggaran yang telah ditentukan.

Kebersamaan, syukur, dan kebahagiaan adalah inti dari acara aqiqah, dan dengan sederhana, kita dapat meraih semua itu tanpa beban yang berlebihan.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Aqiqah Setelah Dewasa

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Bagaimana Hukum Aqiqah Setelah Dewasa?

tips persiapan dan perencanaan aqiqah

Aqiqah Setelah Dewasa – Seperti yang kita semua telah ketahui bahwasanya aqiqah adalah penyembelihan hewan berupa kambing atau domba atas nama bayi setelah kelahirannya. 

Hukum asli dari pelaksanaan aqiqah sendiri adalah Sunnah Muakkad menurut sebagian besar pendapat ulama. 

Pelaksanaan aqiqah biasanya pada hari ke-7, hari ke-14, ataupun hari ke-21 setelah kelahiran bayi. 

Pelaksanaan aqiqah dapat menjadi wujud rasa syukur orang tua atas kelahiran buah hatinya.

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Anjuran pelaksanaan aqiqah ini bersandar pada hadits Rasulullah SAW. salah satuny adalah riwayat Samurah bin Jundub yang berbunyi:

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i).

Menurut ulama Mazhab Syafi’i, boleh untuk melaksanakan aqiqah selain pada hari ke-7,14, atau 21 jika belum mampu, karena batas waktu pelaksanaan aqiqah sebelum sang anak memasuki usia baligh. 

Lalu bagaimnana hukum aqiqah jika anak tersebut sudah dewasa? berikut ini adalah penjelasannya.

Baca Juga : Hukum Aqiqah Menurut Ulama 4 Mazhab

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Terdapat perbedaan pendapat dari para ulama mengenai hukum aqiqah setelah sang anak beranjak dewasa. 

Sebagian ulama menganggapnya tidak perlu untuk aqiqah, sebagian lainnya tetap membolehkan. Tetapi tetap hukum aqiqah adalah sunnah muakkad dan tidak ada yang mewajibkannya.

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Mengutip dari detik.com yang juga Mengutip dari kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1 karya Ibnu Rusyd, ulama yang membolehkan aqiqah bagi orang dewasa perlu disertai dengan niat bahwa dirinya mewakili orang tuanya dalam melaksanakan aqiqah tersebut. 

Sandaran ulama yang membolehkan aqiqah bagi orang dewasa mengacu pada hadits dari Anas bin Malik RA, ia berkata:

Artinya: “Bahwasannya Nabi SAW mengaqiqahkan diri beliau sendiri setelah beliau menjadi nabi.” (HR Al-Baihaqi)

Hadits ini memiliki dua jalur riwayat, yang satu sangat dha’if (sangat lemah), dan yang lain hasan sehingga hadits ini bisa untuk menjadi hujjah (pegangan). 

Oleh karena itu, banyak ulama Salaf yang berpendapat dengan kandungan hadits ini.

Meski demikian, Para pengikut Imam Syafi’i berpendapat bahwa jika orang tua belum mengaqiqahinya saat kecil, maka terdapat anjuran untuk melaksanakannya saat dewasa.

Sementara itu, Dalam buku Ensiklopedia Fikih Wanita oleh Agus Arifin menyatakan bahwa kesunahan aqiqah hanya sampai seorang anak mencapai usia baligh. 

Apabila seorang anak sudah baligh dan belum aqiqah, maka kesunahannya menjadi gugur.

Orang dewasa atau baligh yang belum aqiqah lebih baik melaksanakan ibadah kurban. Secara umum, pelakasanaan kurban dan aqiqah sama-sama dengan menyembelih hewan. 

Bedanya, akikah termasuk tanggungjawab orang tua bukan pribadi, sehingga tidak perlu mengaqiqahkan diri sendiri.

Baca Juga : Tata Cara Aqiqah Lengkap Sesuai Ajaran

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Tata Cara Aqiqah Lengkap Sesuai Dengan Ajaran Islam

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Tata Cara Aqiqah Sesuai Dengan Ajaran Islam

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Aqiqah merupakan salah satu sunnah setelah kelahiran bayi sebagai ungkapan rasa syukur dalam tradisi islam. Sesuai dengan tata cara pelaksanaan aqiqah, hari ketujuh merupakan hari yang utama untuk melaksanakan aqiqah. 

Hukum dari aqiqah sendiri menurut pendapat yang paling kuat adalah Sunnah Muakkad. Menurut Mazhab Syafi’i, orang yang wajib menafkahi sang bayi adalah orang yang menaggung atas aqiqah bayi tersebut. 

Tata cara aqiqah pada dasarnya tidak berbeda antara bayi laki-laki dan bayi perempuan. Yang menjadi perbedaan hanyalah jumlah kambing aqiqah sesuai dengan jenis kelamin bayi. 

Untuk bayi laki-laki menggunakan dua ekor kambing sementara untuk bayi perempuan satu ekor kambing. Adapun tata cara aqiqah lengkap sesuai dengan sunnah adalah sebagai berikut.

Menyembelih Hewan Aqiqah

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Penyembelihan hewan aqiqah hendaknya pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi sesuai dengan kententuan jumlahnya. 

Akan tetapi beberapa pendapat mengatakan bahwa penyembelihan hewan aqiqah bisa kapan saja, namun tetap hari ketujuh adalah yang paling utama. 

Kondisi hewan harus dalam keadaan sehat secara jasmani dan tidak ada cacat pada fisiknya. Sebelum menyembelih hendaknya membacakan doa Sebagai berikut :

Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.

Artinya: “Dengan nama Allah serta dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW.”

Baca Juga : Kambing Aqiqah Sesuai dengan Syariat

Tata Cara Dalam Pembagian Daging Aqiqah

layanan jasa paket aqiqah murah jakarta bogor depok tangerang bekasi

Berbeda dengan Idul Adha, pada pelaksanaan aqiqah para ulama menganjurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya. 

Namun ada juga yang berpendapat bahwa boleh saja membagikan daging aqiqah yang masih mentah.

Akan tetapi, ulama menyatakan lebih utama memasaknya dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain. Keluarga juga berhak untuk mendapatkan bagian dari kambing aqiqah tersebut.

Mencukur dan Memberi Nama

Aqiqah Di Pasar Minggu

Tata cara aqiqah selanjutnya adalah mencukur dan memberi nama pada bayi tersebut. Ulama menyatakan bahwa mencukur rambut bayi adalah bagian dari sunnah pada saat melaksanakan aqiqah.

Dalam hal pemberian nama, orang tua harusah memberikan nama yang bermakna baik. Karena nama adalah simbol doa dan harapan orang tua atas akhlak dan perilaku sang bayi nantinya.

Baca Juga : Ketentuan Aqiqah Sesuai dengan Sunnah

Mendoakan Sang Bayi

Mendoakan unutk kebaikan bayi juga adalah salah satu sunnah pada saat pelaksanaan aqiqah. Adapun doa yang bisa diucapkan adalah berikut :

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang Perkasa, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Demikian adalah Tata cara aqiqah sesuai dengan sunnah yang sebaiknya dikerjakan untuk mendapatkan berkah dan kebaikan atau keutamaan pada saat melaksanakan aqiqah.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Ketentuan Aqiqah untuk Anak Sesuai dengan Sunnah Aqiqah

Ketentuan Aqiqah untuk Anak Sesuai dengan Sunnah Aqiqah

Ketentuan Aqiqah Untuk Anak Sesuai Dengan Sunnah Aqiqah

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang mayoritas umat islam lakukan setelah beberapa hari setelah kelahiran anak.

Syari’at telah menetapkan ketentuan dalam pelaksanaan aqiqah untuk menstandarisasi aqiqah. Ketentuan tersebut mencakup beberapa hal yang esensial dalam pelaksanaan aqiqah. 

Perlu untuk kita ingat bahwasanya hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad yang berarti sangat dianjurkan untuk melaksanakannya bagi yang mampu. Anjuran untuk melaksanakan aqiqah terdapat pada hadist, Rasulullah SAW. bersabda

“Tiap-tiap orang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelih aqiqah itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR Ahmad)

Prosesi aqiqah biasanya meliputi penyembelihan hewan lalu membagikannya, kemudian juga mencukur rambut bayi. Akan tetapi semua itu ada ketentuan yang sebaiknya kita ikuti untul keabsahan aqiqah. Di antara ketentuan itu mencakup waktu pelaksanaan aqiqah, kriteria hewan dan juga jumlah hewannya.

Ketentuan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

tips persiapan dan perencanaan aqiqah

Syari’at telah menetapkan waktu pelaksaan aqiqah sesuai dengan yang Rasulullah pernah lakukan atau sabdakan yang kemudian para ulama mengkajinya. 

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hari pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ke-7 sebagai hari yang paling utama. Akan tetapi jika belum mampu pada hari ke-7, maka boleh untuk mengundurnya pada hari ke-14 atau pada hari ke-21. 

Dalam pendapat ulama mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa waktu pelaksanaan aqiqah bisa kapan saja selama anak itu belum baligh, tetapi yang utama tetap pada hari ke-7.

Para ulama juga telah mengkaji terkait perhitungan hari ke-7 untuk pelaksanaan aqiqah. Pendapat paling populer adalah memasukkan hari kelahiran ke dalam perhitungan yang berarti hari kelahiran nya adalah hari pertamanya. 

Jika bayi lahir pada hari Jum’at, maka hari aqiqahnya adalah hari Kamis sesuai dengan perhitungan.

Baca Juga : Waktu Pelaksanaan Aqiqah Seusai dengan Sunnah

Kriteria Hewan Aqiqah

tips jumlah kambing hewan aqiqah

Salah satu proses aqiqah adalah dengan menyembelih hewan. Syari’at juga telah mengatur terkait hewan apa saja yang boleh untuk aqiqah, karena itu kita tidak bisa asal memilih hewan untuk melaksanakan aqiqah.

Hewan untuk aqiqah yang sesuai dengang Syari’at adalah Kambing/Domba dengan beberapa kriteria yang harus kita penuhi untuk keabsahan aqiqah. Adapun kriteria kambing/domba aqiqah adalah sebagai berikut :

  1. Kambing atau domba harus dalam keadaan sehat jasmani.
  2. Kambing atau domba harus sempurna keadaan fisiknya.
  3. Kambing atau domba tidak boleh kurus.
  4. Kambing atau domba sudah cukup usia yaitu sudah lebih dari 1 tahun.

Itu adalah kriteria yang harus orang tua penuhi jika ingin melaksanakan aqiqah. Kriteria tersebut mempengaruhi keabsahan dalam pelaksanaan aqiqah. 

Karena ada pendapat yang menyatakan bahwa kriteria hewan aqiqah sama dengan hewan qurban yang kriteria mana di atas adalah syarat sah qurban.

Jumlah Hewan Untuk Aqiqah

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Adapun terkait jumlah hewan, Rasulullah telah menetapkan nya berdasarkan jenis kelamin dari bayi tersebut. Jika bayi tersebut laki-laki maka jumlah hewan yang digunakan untuk aqiqah adalah berjumlah 2 ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk bayi perempuan hanya perlu seekor kambing untuk aqiqahnya. Sesuai dengan Hadits yang berbunyi sebagai berikut

“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menyembelih aqiqah anak laki-laki dua ekor kambing yang sama besar dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (HR At-Tirmidzi)

Baca Juga : Bolehkah Aqiqah Anak Laki-laki dengan Seekor Kambing?

Namun jika memiliki bayi laki-laki tetapi hanya mampu untuk menyembelih seekor kambing maka itu hukumnya tetap sah. Para ulama berpendapat bahwa menyembelih seekor kambing atau domba untuk aqiqah anak laki-laki sudah cukup untuk memenuhi sunnah aqiqah bagi yang tak mampu. 

Rasulullah SAW. juga pernah mengaqiqahi cucunya Hasan dan Husain masing-masing seekor kambing sesuai hadits berikut

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing seekor gibas (domba).”

 (HR. An Nasai no. 4219. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Syarat Kambing Aqiqah Yang Sesuai Dengan Syariat Islam

hewan aqiqah sesuai syariat dan ketentuan

Syarat Kambing Aqiqah yang Sesuai dengan Syariat Islam

tips jumlah kambing hewan aqiqah

Syarat kambing atau domba aqiqah adalah salah satu aspek esensial yang harus orang tua ketahui sebelum memilih hewan aqiqah.

Penggunaan kambing/domba sebagai hewan untuk aqiqah merupakan pernyataan mayoritas ulama. 

Kadang kala ada yang memilih kambing yang tidak sesuai dengan syariat dengan berbagai alasan terutama karena harganya yang terjangkau. 

Tentu jika ingin melaksanakan aqiqah, orang tua harus mengetahui syarat kambing yang boleh dipakai untuk aqiqah. 

Penting bagi orang tua untuk mengetahuinya karena hal ini mempengaruhi keabsahan aqiqah tersebut. Adapun syarat kambing yang perlu para orang tua ketahui dan perhatikan adalah sebagai berikut.

Syarat Umur Kambing Untuk Aqiqah

hewan aqiqah sesuai syariat dan ketentuan

Pertama-tama, orang tua harus mengetahui umur dari kambing sebelum memilih kambing. Masalah kecukupan umur masuk kedalam syarat dan ketentuan hewan untuk pelaksanaan aqiqah. 

Syarat umur kambing yang cukup untuk aqiqah adalah setidaknya berusia satu tahun sedangkan untuk domba setidaknya sudah berusia enam bulan. Hal ini berdasarkan hadits nabi yang berbunyi

“Janganlah kalian menyembelih kecuali ‘musinnah’, kecuali jika hal tersebut sulit bagi kalian maka sembelihlah ‘jadza’ah’ dari domba.” (HR. Muslim No. 1963)

‘Musinnah’ berarti hewan sudah memasuki tahun kedua sedangkan ‘Jadza’ah’ berarti hewan sudah memasuki bulan ketujuh. Maka dari itu dapat kita ketahui usia untuk kambing minimal 1 tahun dan domba minimal 6 bulan.

Kondisi Kesehatan dan Fisik Hewan Aqiqah

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Syarat yang berikutnya adalah terkait dengan kondisi fisik dan kesehatan kambing tersebut. Hewan untuk aqiqah haruslah dalam kondisi sehat secara jasmani dan tidak ada cacat padanya yang akan mengurangi nilai dari hewan tersebut. Rasulullah SAW. bersabda

“Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Untuk itu, hewan yang boleh digunakan adalah hewan dengan kondisi fisik yang sempunrna dan sehat secara jasmani

Baca Juga : Tips Memilih Kambing Aqiqah

Jumlah Kambing Untuk Aqiqah

Terakhir adalah terkait dengan jumlah kambing/domba untuk pelaksanaan aqiqah yang harus orang tua ketahui. Ketentuan jumlah kambing untuk aqiqah berbeda tergantung jenis kelamin dari bayi. 

Ketentuan jumlah hewan untuk laki-laki adalah dua ekor kambing atau domba sedangkan untuk bayi perempuan hanya seekor kambing. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW. yang berbunyi

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad)

Hadits di atas sudah cukup menjelaskan tentang jumlah hewan untuk aqiqah, para ulama juga berpendapat demikian terkait hal tersebut.

Hewan untuk aqiqah sebaiknya diolah terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap sebelum dibagikan kepada yang lain. Karena anjurannya adalah membagikannya kepada yang membutuhkan, maka akan lebih baik jika hidangan siap santap. 

Orang tua dapat mengolahnya sendiri ataupun dengan pesan di jasa aqiqah seperti Medina Aqiqah yang menyediakan beragam menu dan paket aqiqah modern.

Dengan mengetahui syarat-syarat tersebut, orang tua dapat mempersiapkan kambing sesuai dengan syariat.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Hukum Aqiqah yang Dikemukakan Ulama dari 4 Mazhab

seputar tips dan trik jumlah hewan kambing aqiqah

Hukum Aqiqah Yang Dikemukakan Oleh Ulama dari Empat Mazhab

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Aqiqah merupakan suatu ibadah setelah kelahiran bayi yang prosesinya adalah dengan menyembelih kambing dan mencukur rambut dari bayi tersebut. 

Hukum dari melaksanakan aqiqah terdapat sedikit perbedaan pendapat menurut beberapa ulama mazhab. 

Sudah menjadi persoalan biasa dalam ilmu fiqih terkait perbedaan pendapat terutama oleh empat aliran mazhab

Empat mazhab ini kerap dijadikan acuan atas hukum dan tata cara menjalankan suatu ibadah. Termasuk juga hukum aqiqah yang memiliki perbedaan pendapat atas hukum nya, berikut penjelasannya.

Mazhab Hanafi

Yang pertama adalah menurut pandangan Mazhab Hanafi bahwasanya aqiqah tidaklah wajib dan tidak juga sunnah hukumnya.

Menurut Abu Hanifah hukum aqiqah hanya sekedar mubah, bagi orang tua yang ingin melaksanakannya maka boleh dan bagi yang tidak ingin maka tidak ada paksaan baginya.

Karena menurutnya aqiqah merupakan tradisi zaman dahulu yang kemudian Islam pun mengakuinya dan menjadikan aqiqah sebagai budaya sedekah atas kelahiran anak. 

Dan juga ulama Hanafiyah berpendapat bahwa syariat qurban telah menghapus anjuran menyembelih hewan seperti aqiqah. 

Hal ini karena terdapat dalil yang mendasari pendapat ulama Hanafiyah yang berbunyi

“Dari Aisyah RA. beliau bersabda: Pensyariatan puasa ramadhan telah menghapus semua macam puasa yang ada sebelumnya dan pensyariatan penyembelihan hewan untuk ibadah kurban telah menghapus semua macam ibadah dengan penyembelihan yang ada sebelumnya dan pensyariatan mandi junub telah menghapus semua macam mandi yang ada sebelumnya.”

Mazhab Syafi'i

Yang kedua menurut pandangan Mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad

Disunnahkan aqiqah atas wali atau penanggung nafkah dari bayi tersebut baik ayah, kakek atau siapapun. 

Terdapat juga dalil yang menjadi landasan hukum atas pendapat mazhab Syafi’i yang berbunyi

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan (seekor hewan kurban)َ untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya) dan dihilangkan kotorannya.”

Dan juga dalil berikut “Dari Ibnu Abbas Ra, bahwasanya Nabi SAW, mengakikahi Hasan dan Husein, masing-masing seekor kambing kibas.” (Hadits riwayat Abu Dawud)

berdasarkan hadits di ataslah yang mendasarkan para ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa hukum aqiqah itu Sunnah. 

Karena pada hadits tersebut ada yang menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW. pernah melaksanakan aqiqah untuk Cucu Beliau. 

Segala sesuatu yang bersandar kepada Nabi SAW. baik perbuatan, ucapan, maupun penetapan akan menjadi sumber hukum bagi umat Islam.

tips jumlah kambing hewan aqiqah

Mazhab Maliki

Adapun yang ketiga menurut Mazhab Maliki yang menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah yang disenangi. 

Hal ini berdasarkan temuan literatur tulisan para imam mazhab Maliki yang berkaitan dengan hukum aqiqah. 

Literatur itu juga menyebutkan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah pada hari ketujuh dengan hewan yang sama dengan hewan qurban.

Dalam kitab al-Risālah fi al-Fiqh al-Māliki disebutkan sebagai berikut:”Hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnat yang disenangi yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari hari lahirnya seorang anak dengan hewan yang sama dengan hewan untuk kurban.”

Oleh karena itu, mazhab Maliki menganjurkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh bagi orang tua atau wali sang bayi yang berkemampuan sebagai ungkapan syukur.

Mazhab Hambali

Adapun Menurut Pendapat Mazhab Hambali hukum aqiqah adalah sama seperti ulama mazhab Syafi’i, yaitu Sunnah Muakkad. Dalil yang menjadi dasarnya pun sama dengan pendapat mazhab Syafi’i. 

Akan tetapi dalam tulisan ulama Mazhab Hambali menjelaskan untuk pelaksanaan aqiqah sang ayah lah yang akan menanggung beban tersebut sekalipun tergolong tidak mampu. 

Mengenai ketentuan hewan, ulama mazhab Hambali berpendapat bahwa ketentuan hewan aqiqah sama dengan ketentuan qurban.

Baca Juga : Begini Kambing Aqiqah Sesuai dengan Ketentuan

Demikian pandangan dan pendapat dari empat mazhab terkemuka mengenai hukum aqiqah yang tentu saja berlandaskan hadits Nabi SAW.. 

Mayoritas pendapat mengatakan bahwa aqiqah adalah Sunnah Muakkad bagi kita yang mampu melaksanakannya. 

Jadikan pelaksaan aqiqah sebagai momentum untuk berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan. Karena banyak di sekitar kita yang tidak seberuntung kita.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Tepat Sesuai dengan Sunnah

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Tepat Sesuai dengan Sunnah

tips persiapan dan perencanaan aqiqah

Aqiqah merupakan suatu ibadah yang pelaksanaannya adalah dengan menyembelih kambing atau domba. 

Waktu pelaksanaan penyembelihan hewan aqiqah juga bersamaan dengan hari mencukur rambut bayi sampai gundul. 

Hari aqiqah juga sudah dikemukakan oleh banyak ulama berdasarkan ketentuan Rasulullah SAW.. 

Waktu pelaksanaan aqiqah menurut banyak ulama adalah pada hari ke-7, hal ini tentu saja berdasarkan hadits nabi yang berbunyi

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.”

Tetapi yang menjadi pertanyaan bagaimana jika berhalangan melaksanakan aqiqah pada hari ke-7, apakah sah jika melaksanakannya selain pada hari ke-7?. 

Pertama-tama, yang harus kita ketahui adalah hukum aqiqah itu sendiri, hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad atau Sunnah yang dianjurkan. 

Karena itu, aqiqah merupakan ibadah yang Rasulullah anjurkan kepada umat islam di seluruh dunia bila mampu melaksanakannya.

Selanjutnya adalah wakut aqiqah selain hari ke-7, terdapat beberapa perbedaan hukum dari ulama mazhab atas waktu aqiqah selain hari ke-7. 

Menurut ulama Mazhab Syafi’iyah, orang tua bisa melasanakan aqiqah anaknya kapan saja selama anak itu belum memasuki usia baligh.

Akan tetapi tetap saja waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ke-7. 

Jika anak sudah dewasa maka bisa juga untuk mengaqiqahi diri nya sendiri dan menggugurkan kesunnahan bagi orang tuanya.

Sementara menurut kalangan Ulama Mazhab Hambali hari aqiqah selain pada hari ke-7 adalah hari ke-14, hari ke-21. 

Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadis riwayat Imam Baihaqi yang artinya: Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu.”(HR.Baihaqi).

Selanjutnya Terdapat perbedaan yang cukup besar atas hukum melaksanakan aqiqah setelah hari ke-7 dengan pendapat Ulama Mazhab Maliki, menurutnya anjuran melaksanakan aqiqah gugur setelah hari ke-7 kelahiran bayi.

Baca Juga : Tips Aqiqah Hemat Namun Tetap Berkesan

Cara Menghitung Hari Aqiqah

Adapun cara menghitung hari aqiqah masih banyak menjadi pertanyaan entah mulai dari hari kelahiran atau sehari setelah kelahiran. 

Hal ini menjadi kebingungan banyak orang untuk menentukan kapan waktu tepatnya untuk melaksanakan aqiqah. 

Terdapat perbedaan pendapat atas perhitungan hari untuk melaksakan aqiqah misalnya pada hari ke-7. 

Perbedaan ini berasal dari pertanyaan apakah hari kelahiran juga termasuk ke dalam perhitungan atau tidak.

Menurut pendapat pertama adalah bahwa hari kelahiran termasuk ke dalam perhitungan yang menandakan hari kelahiran adalah hari pertamanya. 

Contoh dari pendapat ini adalah jika bayi lahir pada hari Jum’at baik itu pagi, siang, sore, hingga malam maka hari itu adalah hari pertamanya. 

Jika hari Jum’at adalah hari pertamanya maka hari ke-7 nya adalah hari Kamis sesuai dengan perhitungan.

Dalam pendapat kedua yang berasal dari ulama Malikiyah menyatakan bahwa hari pertama tidak masuk perhitungan hari pertama jika bayi lahir setelah subuh. 

Jika bayi lahir pada Jum’at pagi jam 7 maka hari itu tidak masuk ke dalam perhitungan dan hari pertamanya adalah besoknya yaitu hari Sabtu. 

Dengan demikian maka hari ke-7 sesuai dengan perhitungandalam pendapat ini adalah hari Jum’at.

Akan tetapi menurut Imam Nawawi, pendapat pertamalah yang benar karena sesuai dengan bunyi hadits dari Samurah bin Jundub di atas yang mengatakan bahwa penyembelihan hewan adalah pada hari ketujuh. 

Secara zahir hari kelahiran termasuk ke dalam perhitungan hari pertama.

Baca Juga : Langkah-langkah Bijak Untuk Mempersiapkan Aqiqah

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa pelaksanaan aqiqah selain pada hari ke-7 adalah sah, karena sebagian besar umat islam di Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i.

Akan tetapi tetap saja lebih utama jika melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 setelah kelahiran anak. 

Adapun cara menghitung yang sesuai adalah dengan memasukkan hari kelahiran sebagai hari pertama untuk menentukan hari aqiqah. Wallahi A’lam.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Aqiqah Anak Laki-laki dengan 1 Ekor Kambing

seputar hewan aqiqah

Bolehkah Mengakikahi Anak Laki-Laki Hanya Dengan Seekor Kambing?

pelaksanaan aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah

Seperti yang kita telah ketahui bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 setelah kelahiran anak baik laki-laki maupun perempuan.

Aqiqah merupakan anjuran Rasulullah SAW. sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran buah hati yang setiap orang dambakan.

Ketentuan Aqiqah pun sudah jelas terkait dengan hewan dan jumlahnya, yaitu 2 ekor untuk laki-laki dan 1 ekor untuk perempuan.

Tetapi bagaimana jika orang tua memiliki keterbatasan finansial untuk memenuhi ketentuan aqiqah? atau jika hanya mampu dengan membeli 1 ekor kambing?

Pertama-tama kita harus mengetahui hukum aqiqah, menurut sebagian ulama hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad

Sunnah Muakkad adalah sunnah yang ditekankan, yang mana jika kita mampu maka sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Dengan demikian, para orang tua tidak perlu memaksakan diri untuk melaksanakan aqiqah jika memiliki keterbatasan finansial.

Baca Juga : Tips Aqiqah Hemat Tetap Berkesan

Hukum Aqiqah Anak Laki-laki dengan Seekor Kambing

Selanjutnya, bagaimana hukum nya jika hanya mampu aqiqah 1 ekor kambing untuk laki-laki. Banyak Ulama juga berpendapat bahwa aqiqah degan seekor kambing untuk anak laki-laki adalah sah hukumnya. 

Karena Rasulullah SAW. pernah mengakikahi cucunya yaitu Hasan dan Husain masing masing dengan 1 ekor kambing. Hal ini tentu saja berdasarkan hadis riwayat Abu Daud dari perkataan sahabat Ibnu Abbas yang berbunyi

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).”

 (HR. An Nasai no. 4219. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Imam Malik menjadikan hadits di atas sebagai pegangan untuk menyatakan bahwa jumlah hewan aqiqah adalah seekor kambing baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. 

Sementara Imam Syafi’i berpendapat bahwa hewan aqiqah adalah 2 ekor untuk laki-laki dan seekor untuk perempuan. Namun boleh juga untuk aqiqah anak laki-laki dengan seekor kambing berdasarkan hadits di atas.

Baca Juga : Persiapan Aqiqah yang Wajib Anda Ketahui

Mayoritas masyarakat Indonesia mengikuti mazhab Imam Syafi’i, maka anjuran untuk aqiqah adalah 2 ekor kambing untuk laki-laki bila mampu untuk kesempurnaan aqiqah. 

Karena anjuran dari setiap ibadah adalah mengikuti sunnah sesuai dengan contoh Nabi Muhammad untuk kesempurnaan ibadah.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah