Pelaksanaan Aqiqah Anak Sebagai Ungkapan Syukur dan Sumber Hukumnya

aqiqah semarang

Aqiqah Anak, sebagai salah satu tradisi Islam yang berasal dari ajaran Sunnah Nabi Muhammad SAW, memiliki dasar hukum yang kuat dalam hadits-hadits yang sahih. 

Hadits-hadits ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan Aqiqah, memastikan bahwa saat melaksanakan ibadah tersebut sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. 

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi hukum Aqiqah dalam Islam berdasarkan hadits-hadits yang Shahih.

Hadits Tentang Aqiqah Anak

Terdapat beberapa hadits shahih tentang aqiqah anak, salah satuya hadits riwayat Bukhari yang berbunya Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”

Dari hadits ini, kita memahami bahwa Aqiqah adalah suatu anjuran bagi orang tua untuk dilakukan setelah kelahiran anak. 

Proses ini melibatkan penyembelihan hewan tertentu dan memberi nama anak pada hari ketujuh kehidupannya. Menghilangkan gangguan berarti mencukur rambut sang bayi.

Hewan Untuk Aqiqah Anak

Selanjutnya tentang hewan yang diperbolehkan untuk Aqiqah yang dilansir dari Almanhaj, hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A. dia berkata : Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

Dari hadits ini, kita dapat menyimpulkan bahwa jenis hewan yang boleh digunakan dalam Aqiqah adalah kambing atau sejenisnya seperti domba. 

Bagi anak laki-laki adalah dua kambing, sementara untuk anak perempuan adalah satu kambing. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan Aqiqah sesuai dengan kondisi dan keadaan keluarga.

Baca Juga : Tips Memilih Kambing Sesuai Ketentuan

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Dalam menentukan waktu pelaksanaan Aqiqah, terdapat juga hadits yang membahas yaitu hadits riwayat Abu Dawud dari Samurah bin Jundub menyebutkan, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”

Dari hadits ini, kita memahami bahwa waktu pelaksanaan Aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. 

Meskipun beberapa ulama mengatakan bahwa pelaksanaan aqiqah bisa pada hari ke-14 atau ke-21, pelaksanaan pada hari ketujuh tetap menjadi pedoman umum.

Memberi Nama pada Hari Ketujuh

Dalam hukum Aqiqah, memberi nama anak pada hari ketujuh juga memiliki dasar hukum yang kuat. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan diberi nama pada hari itu juga, dan dicukur rambutnya.”

Dari hadits ini, kita memahami bahwa memberi nama pada hari ketujuh bersamaan dengan pelaksanaan Aqiqah adalah anjuran Rasulullah SAW. Proses ini mencakup pemotongan rambut dan penamaan anak sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.

Berbagi Kepada yang Membutuhkan

Dalam hukum Aqiqah, hadits juga selalu mengajarkan tentang pentingnya untuk memberikan bagian dari hewan aqiqah kepada fakir miskin. 

Kita memahami bahwa pembagian daging Aqiqah kepada yang membutuhkan, terutama fakir miskin, merupakan bagian dari anjuran. Ini menunjukkan nilai sosial dan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung dalam masyarakat.

Keutamaan Melaksanakan Aqiqah

Melaksanakan aqiqah berarti kita telah meneladani sunnah Rasulullah SAW. dengan meneladani sunnah nabi, maka kebaikan pun akan kembali kepada kita. 

Dengan beraqiqah kita telah membebaskan bayi kita yang masih tergadai. Kita akan menjadi orang-orang yang bersyukur dengan menyembelih hewan untuk aqiqah.

Aqiqah juga membuat kita menjadi pribadi yang ringan tangan dengan bersedekah. Kebersamaan juga akan tercipta dan menguat karena pelaksanaan aqiqah yang akan memunculkan kebahagiaan.

Kesimpulan

Berdasarkan hadits-hadits yang sahih, kita dapat menyimpulkan bahwa Aqiqah memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam. 

Dari pemilihan hewan, waktu pelaksanaan, memberi nama pada hari ketujuh, hingga pembagian daging kepada fakir miskin, setiap aspek Aqiqah ada dalam ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW. Penting untuk memahami dan mengikuti petunjuk yang jelas ini agar pelaksanaan Aqiqah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, mendatangkan berkah, dan memberikan manfaat yang luas baik bagi keluarga maupun masyarakat.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Total Views: 21 ,