Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Tepat Sesuai dengan Sunnah

tips persiapan dan perencanaan aqiqah

Aqiqah merupakan suatu ibadah yang pelaksanaannya adalah dengan menyembelih kambing atau domba. 

Waktu pelaksanaan penyembelihan hewan aqiqah juga bersamaan dengan hari mencukur rambut bayi sampai gundul. 

Hari aqiqah juga sudah dikemukakan oleh banyak ulama berdasarkan ketentuan Rasulullah SAW.. 

Waktu pelaksanaan aqiqah menurut banyak ulama adalah pada hari ke-7, hal ini tentu saja berdasarkan hadits nabi yang berbunyi

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.”

Tetapi yang menjadi pertanyaan bagaimana jika berhalangan melaksanakan aqiqah pada hari ke-7, apakah sah jika melaksanakannya selain pada hari ke-7?. 

Pertama-tama, yang harus kita ketahui adalah hukum aqiqah itu sendiri, hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad atau Sunnah yang dianjurkan. 

Karena itu, aqiqah merupakan ibadah yang Rasulullah anjurkan kepada umat islam di seluruh dunia bila mampu melaksanakannya.

Selanjutnya adalah wakut aqiqah selain hari ke-7, terdapat beberapa perbedaan hukum dari ulama mazhab atas waktu aqiqah selain hari ke-7. 

Menurut ulama Mazhab Syafi’iyah, orang tua bisa melasanakan aqiqah anaknya kapan saja selama anak itu belum memasuki usia baligh.

Akan tetapi tetap saja waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ke-7. 

Jika anak sudah dewasa maka bisa juga untuk mengaqiqahi diri nya sendiri dan menggugurkan kesunnahan bagi orang tuanya.

Sementara menurut kalangan Ulama Mazhab Hambali hari aqiqah selain pada hari ke-7 adalah hari ke-14, hari ke-21. 

Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadis riwayat Imam Baihaqi yang artinya: Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu.”(HR.Baihaqi).

Selanjutnya Terdapat perbedaan yang cukup besar atas hukum melaksanakan aqiqah setelah hari ke-7 dengan pendapat Ulama Mazhab Maliki, menurutnya anjuran melaksanakan aqiqah gugur setelah hari ke-7 kelahiran bayi.

Baca Juga : Tips Aqiqah Hemat Namun Tetap Berkesan

Cara Menghitung Hari Aqiqah

Adapun cara menghitung hari aqiqah masih banyak menjadi pertanyaan entah mulai dari hari kelahiran atau sehari setelah kelahiran. 

Hal ini menjadi kebingungan banyak orang untuk menentukan kapan waktu tepatnya untuk melaksanakan aqiqah. 

Terdapat perbedaan pendapat atas perhitungan hari untuk melaksakan aqiqah misalnya pada hari ke-7. 

Perbedaan ini berasal dari pertanyaan apakah hari kelahiran juga termasuk ke dalam perhitungan atau tidak.

Menurut pendapat pertama adalah bahwa hari kelahiran termasuk ke dalam perhitungan yang menandakan hari kelahiran adalah hari pertamanya. 

Contoh dari pendapat ini adalah jika bayi lahir pada hari Jum’at baik itu pagi, siang, sore, hingga malam maka hari itu adalah hari pertamanya. 

Jika hari Jum’at adalah hari pertamanya maka hari ke-7 nya adalah hari Kamis sesuai dengan perhitungan.

Dalam pendapat kedua yang berasal dari ulama Malikiyah menyatakan bahwa hari pertama tidak masuk perhitungan hari pertama jika bayi lahir setelah subuh. 

Jika bayi lahir pada Jum’at pagi jam 7 maka hari itu tidak masuk ke dalam perhitungan dan hari pertamanya adalah besoknya yaitu hari Sabtu. 

Dengan demikian maka hari ke-7 sesuai dengan perhitungandalam pendapat ini adalah hari Jum’at.

Akan tetapi menurut Imam Nawawi, pendapat pertamalah yang benar karena sesuai dengan bunyi hadits dari Samurah bin Jundub di atas yang mengatakan bahwa penyembelihan hewan adalah pada hari ketujuh. 

Secara zahir hari kelahiran termasuk ke dalam perhitungan hari pertama.

Baca Juga : Langkah-langkah Bijak Untuk Mempersiapkan Aqiqah

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa pelaksanaan aqiqah selain pada hari ke-7 adalah sah, karena sebagian besar umat islam di Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i.

Akan tetapi tetap saja lebih utama jika melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 setelah kelahiran anak. 

Adapun cara menghitung yang sesuai adalah dengan memasukkan hari kelahiran sebagai hari pertama untuk menentukan hari aqiqah. Wallahi A’lam.

call us

Hubungi
Customer Service Official Medina Aqiqah

Contact us

Hubungi Kami Melalui Whatsapp Official Medina Aqiqah

Total Views: 22 ,